Rakorwil Dekopinwil Sumbar Resmi Dibuka, Perkuat Arah Gerakan Koperasi Se-Sumatera Barat

PADANG, 10 September 2026 — Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumatera Barat resmi membuka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) bersama Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten/Kota dan koperasi sekunder se-Sumatera Barat, Kamis (10/9/2026), di Hotel Mercure Padang. Rakorwil menjadi forum konsolidasi bagi unsur gerakan koperasi di Sumatera Barat untuk memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, serta menyelaraskan program kerja antara Dekopinwil, Dekopinda Kabupaten/Kota, dan koperasi sekunder. Mengangkat tema “Sinergi Program Kerja DEKOPINWIL Sumbar dengan DEKOPINDA Kab/Kota dan Koperasi Sekunder dalam Memperkuat Gerakan Koperasi di Sumbar,” Rakorwil diarahkan untuk membangun keterhubungan program dan memperkuat kolaborasi antarunsur gerakan koperasi dalam menjawab berbagai tantangan perkoperasian di daerah. Ketua Dekopinwil Sumatera Barat Gun Sugianto, S.H., M.H., mengatakan penguatan gerakan koperasi membutuhkan sinergi seluruh unsur, baik di tingkat wilayah maupun kabupaten dan kota. “Rakorwil ini menjadi ruang untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, sekaligus menyusun langkah bersama agar gerakan koperasi di Sumatera Barat semakin kuat,” ujar Gun. Menurutnya, Dekopinwil tidak dapat bekerja sendiri dalam mendorong kemajuan gerakan koperasi. Sinergi dengan Dekopinda dan koperasi sekunder menjadi bagian penting untuk memastikan program yang dijalankan dapat menjawab kebutuhan serta kondisi koperasi di masing-masing daerah. Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumatera Barat Dr. H. Endrizal, S.E., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan gerakan koperasi dalam memperkuat pembangunan koperasi di Sumatera Barat. “Penguatan koperasi membutuhkan sinergi dan kolaborasi semua pihak. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri, sehingga diperlukan peran aktif gerakan koperasi untuk membangun koperasi yang sehat, kuat, dan memberikan manfaat nyata bagi anggota serta masyarakat,” kata Endrizal. Ia berharap Rakorwil tidak berhenti pada koordinasi program, tetapi mampu menghasilkan kesamaan langkah dan mendorong kerja nyata dalam memperkuat kelembagaan serta pengembangan usaha koperasi di Sumatera Barat. Pembukaan Rakorwil diikuti oleh unsur Pengurus Dekopinwil Sumatera Barat, Dekopinda Kabupaten/Kota, dan koperasi sekunder se-Sumatera Barat. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 10–11 September 2026. Selanjutnya, Rakorwil menjadi ruang pembahasan dan koordinasi untuk menyelaraskan program kerja, memperkuat komunikasi antarunsur gerakan koperasi, serta membangun langkah bersama dalam memperkuat gerakan koperasi di seluruh Sumatera Barat.
Ketua Dekopinwil Sumbar Gun Sugianto Paparkan Arah Baru Gerakan Koperasi Lima Tahun Kedepan

PADANG, 10 September 2026 — Arah gerakan koperasi Sumatera Barat untuk lima tahun ke depan menjadi salah satu pembahasan utama dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumatera Barat bersama Dekopinda Kabupaten/Kota dan koperasi sekunder se-Sumatera Barat. Dalam forum yang berlangsung di Hotel Mercure Padang, Kamis–Jumat (10–11 September 2026), Ketua Dekopinwil Sumatera Barat Gun Sugianto, S.H., M.H., menyampaikan materi mengenai posisi dan peran Dekopin sekaligus arah gerak Dekopinwil Sumatera Barat dalam periode kepengurusan lima tahun ke depan. Pembahasan tersebut menjadi bagian penting dalam Rakorwil karena arah gerak organisasi perlu diterjemahkan secara bersama hingga tingkat daerah. Dekopinwil tidak hanya diarahkan menjalankan fungsi koordinasi, tetapi juga membangun keterhubungan antarelemen gerakan koperasi di Sumatera Barat. Gun menjelaskan posisi Dekopin sebagai wadah perjuangan dan pengembangan gerakan koperasi sekaligus ruang untuk memperkuat kepentingan koperasi. Dalam konteks Sumatera Barat, fungsi tersebut perlu diperkuat melalui koordinasi yang lebih terarah antara Dekopinwil, Dekopinda, dan koperasi sekunder. Arah gerak lima tahun ke depan kemudian ditempatkan pada penguatan konsolidasi organisasi, peningkatan kapasitas gerakan koperasi, serta pengembangan kerja sama yang dapat mendukung pertumbuhan koperasi. Setiap program diharapkan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan koperasi dan perkembangan lingkungan usaha. Dalam pemaparannya, Gun juga menekankan pentingnya membangun gerakan koperasi yang tidak berjalan sendiri-sendiri. Hubungan antara Dekopinwil dengan Dekopinda Kabupaten/Kota dan koperasi sekunder perlu dibangun dalam pola kerja yang saling mendukung. Rakorwil menjadi ruang untuk memperkenalkan arah tersebut kepada unsur gerakan koperasi sekaligus mendapatkan masukan dari daerah. Dengan adanya komunikasi dua arah, program kerja Dekopinwil diharapkan dapat disusun berdasarkan kondisi riil dan potensi yang dimiliki masing-masing daerah. Penguatan organisasi juga menjadi bagian dari arah gerak tersebut. Dekopinwil perlu memastikan komunikasi dan koordinasi dengan Dekopinda serta koperasi sekunder berjalan secara berkelanjutan, sehingga berbagai persoalan perkoperasian dapat lebih cepat diidentifikasi dan dicarikan ruang penyelesaiannya. Selain itu, pengembangan koperasi tidak dapat dilepaskan dari kemampuan koperasi membaca perubahan ekonomi dan lingkungan usaha. Karena itu, penguatan kapasitas, kolaborasi, dan orientasi pada kebutuhan anggota menjadi bagian yang penting dalam membangun koperasi yang lebih adaptif. Melalui materi tersebut, Rakorwil menjadi momentum untuk menyamakan pandangan mengenai arah gerakan koperasi Sumatera Barat selama lima tahun ke depan. Dekopinwil Sumbar mendorong agar arah kebijakan organisasi dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang konkret dan memiliki dampak bagi perkembangan koperasi di kabupaten dan kota.
Pemenang Lomba Harkopnas ke-79 Dekopinwil Sumbar Raih Hadiah Jutaan Rupiah

PADANG, 10 September 2026 — Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumatera Barat mengumumkan para pemenang berbagai perlombaan dalam rangka memeriahkan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tahun 2026. Sejumlah peserta dan perwakilan koperasi dari berbagai daerah di Sumatera Barat berhasil meraih prestasi sekaligus memperoleh penghargaan dan hadiah jutaan rupiah. Rangkaian perlombaan tersebut diselenggarakan mulai 1 Juli hingga 17 Agustus 2026, sebagai bagian dari semarak peringatan Harkopnas ke-79 yang digelar Dekopinwil Sumatera Barat. Pengumuman para pemenang dilaksanakan pada 10 September 2026 di Hotel Mercure Padang, bertepatan dengan rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Dekopinwil Sumatera Barat bersama Dekopinda Kabupaten/Kota dan koperasi sekunder se-Sumatera Barat. Beragam perlombaan yang digelar meliputi Lomba Domino, Lomba Pidato Koperasi, dan Lomba Cerdas Cermat Koperasi. Kegiatan tersebut melibatkan peserta dari koperasi, Dekopinda kabupaten/kota, instansi terkait, hingga pelajar dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Pada Lomba Domino, pasangan Mulia Andestar dan Tri Dimas Irsal dari Koperasi BPS Provinsi Sumatera Barat keluar sebagai Juara I. Posisi Juara II diraih pasangan Mahafir Muhammad dan Deny Arya dari KSPPS Parupuk Tabing, sedangkan Juara III diraih Oscar Budiman dan Sudarmadi dari Kopediko. Sementara itu, pada Lomba Pidato Koperasi, Dian Anugrah dari Koperasi Produsen HIPERMI Baiyo Basamo berhasil meraih Juara I. Victo Pendrawarman dari KPRI Ranah Pesisir sebagai utusan Dekopinda Pesisir Selatan menempati Juara II, sementara Fajri Alimuddin dari Koperasi Jam Gadang Bukittinggi sebagai utusan Dekopinda Kota Bukittinggi meraih Juara III. Penghargaan Peserta Terfavorit diberikan kepada Annisul Khairat dari Dekopinda Tanah Datar. Untuk Lomba Cerdas Cermat Koperasi, SMAN 1 Batusangkar yang diutus Dekopinda Tanah Datar berhasil menjadi Juara I. SMAN 1 Lubuk Sikaping, utusan Dinas Koperasi UMKM Kabupaten Pasaman, meraih Juara II, sedangkan SMKN 1 Kota Solok sebagai utusan Dekopinda Kota Solok meraih Juara III. Para pemenang mendapatkan medali, piagam penghargaan, piala, serta Tabanas dengan nilai jutaan rupiah sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih dalam rangkaian perlombaan Harkopnas ke-79. Penghargaan tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi Dekopinwil Sumatera Barat terhadap partisipasi dan kontribusi peserta dalam memeriahkan peringatan Hari Koperasi Nasional. Pelaksanaan perlombaan tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Harkopnas, tetapi juga menjadi ruang untuk meningkatkan pengetahuan, kreativitas, dan partisipasi masyarakat dalam gerakan koperasi. Kehadiran pelajar dan insan koperasi dalam berbagai kategori lomba menunjukkan bahwa semangat perkoperasian dapat dibangun melalui kegiatan yang edukatif sekaligus kompetitif. Dekopinwil Sumatera Barat memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan kepada para pemenang yang berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya. Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat terus mendorong keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda dan insan koperasi, dalam mengenal serta mengembangkan gerakan koperasi. Melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 1 Juli hingga 17 Agustus 2026, dan pengumuman pemenang pada 10 September 2026, Dekopinwil Sumatera Barat menjadikan Harkopnas ke-79 sebagai momentum untuk memperluas pemahaman mengenai koperasi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam gerakan koperasi di Sumatera Barat.
Penguatan Literasi Koperasi, Dekopinwil Sumbar Gelar Sosialisasi Chapter 2 Bersama HIMPAUDI Kota Padang

PADANG, 08 September 2026 — Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumatera Barat kembali melanjutkan rangkaian Sosialisasi Perkoperasian bersama Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kota Padang) melalui Chapter 2, Selasa (8/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Dekopinwil Sumatera Barat ini merupakan kelanjutan dari Chapter 1 yang digelar sehari sebelumnya. Pelaksanaan secara bertahap menjadi bagian dari strategi untuk memperluas sekaligus memperkuat literasi perkoperasian di tengah masyarakat. Kolaborasi Dekopinwil Sumbar dan HIMPAUDI Kota Padang diarahkan untuk membuka ruang pembelajaran mengenai koperasi, baik dari sisi kelembagaan maupun perannya sebagai salah satu instrumen dalam memperkuat perekonomian masyarakat. Ketua Dekopinwil Sumbar Gun Sugianto, S.H., M.H., bersama jajaran pengurus Dekopinwil dan pengurus HIMPAUDI Kota Padang terus mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam pengembangan gerakan koperasi. Menurutnya, penguatan gerakan koperasi tidak hanya membutuhkan kelembagaan yang kuat, tetapi juga ditopang oleh pemahaman masyarakat yang memadai. Karena itu, edukasi dan sosialisasi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem koperasi yang sehat dan berkelanjutan. Pelaksanaan sosialisasi dalam beberapa chapter memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami perkoperasian secara lebih bertahap dan terarah. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat materi yang disampaikan lebih mudah dipahami sekaligus membuka ruang diskusi antara peserta dan penggerak koperasi. Bagi Dekopinwil Sumbar, kolaborasi bersama HIMPAUDI Kota Padang juga menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring gerakan koperasi dengan melibatkan organisasi dan kelompok masyarakat yang memiliki peran strategis di tengah komunitas. Rangkaian kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Dekopinwil Sumbar untuk terus membangun ekosistem koperasi yang kuat, mandiri, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Setelah Chapter 2, rangkaian Sosialisasi Perkoperasian Dekopinwil Sumbar bersama HIMPAUDI Kota Padang akan kembali dilanjutkan pada 9 dan 14 September 2026 di Aula Kantor Dekopinwil Sumatera Barat.
Dekopinwil Sumbar Buka Sosialisasi Perkoperasian Bersama HIMPAUDI Kota Padang

PADANG, 07 September 2026 — Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumatera Barat membuka rangkaian Sosialisasi Perkoperasian bersama Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kota Padang, Senin (7/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Dekopinwil Sumatera Barat tersebut menjadi Chapter 1 dari rangkaian sosialisasi yang dilaksanakan dalam empat chapter pada 7–9 dan 14 September 2026. Sosialisasi menghadirkan Ketua Dekopinwil Sumbar Gun Sugianto, S.H., M.H., Ketua HIMPAUDI Kota Padang Desi Susanti, S.Pd., serta Ketua Panitia Pelaksana Budiman, S.Hum., M.M. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Dekopinwil Sumbar memperluas pemahaman masyarakat mengenai koperasi sekaligus membangun kolaborasi dengan berbagai kelompok dan organisasi masyarakat dalam memperkuat gerakan ekonomi kerakyatan. Melalui kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai perkoperasian, termasuk pentingnya koperasi sebagai instrumen ekonomi yang dapat mendorong kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketua Dekopinwil Sumbar, Gun Sugianto, menempatkan edukasi perkoperasian sebagai salah satu langkah penting dalam memperkuat ekosistem koperasi di Sumatera Barat. Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai koperasi diperlukan agar masyarakat tidak hanya mengenal koperasi secara kelembagaan, tetapi juga memahami manfaat dan perannya dalam kehidupan ekonomi. Kolaborasi dengan HIMPAUDI Kota Padang juga dinilai strategis karena para pendidik dan tenaga kependidikan memiliki posisi penting dalam membangun literasi ekonomi sejak lingkungan pendidikan dan keluarga. Sementara itu, Ketua HIMPAUDI Kota Padang Desi Susanti menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut sebagai ruang untuk meningkatkan wawasan anggota HIMPAUDI mengenai perkoperasian serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan Dekopinwil Sumbar. Rangkaian sosialisasi selanjutnya akan dilaksanakan pada 8, 9, dan 14 September 2026 di Kantor Dekopinwil Sumatera Barat. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi Dekopinwil Sumbar dan HIMPAUDI Kota Padang dalam mendorong tumbuhnya kesadaran serta partisipasi masyarakat terhadap gerakan koperasi. Dekopinwil Sumbar terus mendorong koperasi agar hadir bukan sekadar sebagai lembaga ekonomi, tetapi sebagai kekuatan bersama dalam membangun kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat
Ketua Dekopinwil Sumbar Hadiri Pelantikan 19 DPC HKTI se-Sumatera Barat

PADANG – Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumatera Barat menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) pada 19 kabupaten dan kota se-Sumatera Barat periode 2026–2031, yang berlangsung di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Selasa (1/9/2026). Kehadiran Ketua Dekopinwil Sumbar dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan organisasi dan pembangunan sektor pertanian di Sumatera Barat, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat perdesaan. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Sumatera Barat turut menyapa Ketua Dekopinwil Sumbar. Dalam suasana hangat, Wakil Gubernur menyampaikan harapannya agar koordinasi dan sinergi antara Dekopinwil Sumbar dengan HKTI dapat semakin diperkuat ke depan. “Minta tolong Ketua Dekopin, koordinasinya dengan HKTI ke depannya diperkuat ya, Pak Gun,” ujar Wakil Gubernur Sumatera Barat saat menyapa Ketua Dekopinwil Sumbar. Pesan tersebut menjadi perhatian penting dalam membangun kolaborasi antara gerakan koperasi dan organisasi petani di Sumatera Barat. Sinergi kedua organisasi dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, khususnya bagi petani dan masyarakat perdesaan. Dalam agenda tersebut, sebanyak 19 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI kabupaten dan kota di Sumatera Barat dikukuhkan secara serentak. Prosesi pelantikan dipimpin oleh Ketua Harian Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, Andi Muhammad Syakir, yang hadir mewakili Ketua Umum DPN HKTI, Sudaryono. Pelantikan tersebut juga dirangkaikan dengan Musyawarah Daerah DPD HKTI Sumatera Barat yang menetapkan Evi Yandri Rajo Budiman sebagai Ketua DPD HKTI Sumatera Barat periode 2026–2031. Ketua Dekopinwil Sumbar menilai bangkitnya kembali HKTI di Sumatera Barat merupakan momentum penting untuk memperkuat perhatian dan keberpihakan bersama terhadap sektor pertanian. Menurutnya, pertanian memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan gerakan perkoperasian, terutama dalam membangun kekuatan ekonomi masyarakat dari tingkat akar rumput. Petani membutuhkan peningkatan kapasitas produksi dan juga perlu didukung melalui penguatan kelembagaan ekonomi, akses pembiayaan, pemasaran, pengolahan hasil, serta pengembangan nilai tambah produk pertanian. “HKTI memiliki peran strategis dalam memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan petani. Sementara koperasi dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat posisi ekonomi petani, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga pemasaran dan pengolahan hasil pertanian,” ujarnya. Ia berharap kepengurusan HKTI yang baru, baik di tingkat provinsi maupun 19 kabupaten dan kota, dapat membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan gerakan koperasi. Sinergi antara HKTI dan Dekopinwil Sumbar, menurutnya, memiliki potensi besar dalam mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis pertanian. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai program yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Selain itu, tantangan pertanian ke depan juga menuntut adanya regenerasi petani dan penerapan teknologi modern. Oleh karena itu, organisasi pertanian dan gerakan koperasi diharapkan dapat bersama-sama membuka ruang yang lebih besar bagi generasi muda untuk terlibat dalam sektor pertanian. “Pertanian harus menjadi sektor yang menjanjikan secara ekonomi. Kita perlu melihat bahwa pertanian memiliki masa depan, terutama apabila dikelola secara modern, produktif, berbasis teknologi dan didukung oleh kelembagaan ekonomi yang kuat,” katanya. Ketua Dekopinwil Sumbar juga mengucapkan selamat kepada pengurus DPD HKTI terpilih dan DPC HKTI se-Sumatera Barat yang telah dikukuhkan untuk masa bakti 2026–2031. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta diwujudkan melalui program nyata yang memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat Sumatera Barat. “Selamat kepada Bapak Eviyandri Rajo Budiman Ketua DPD HKTI Sumatera Barat terpilih dan seluruh DPC HKTI pada 19 kabupaten dan kota yang dilantik. Semoga HKTI semakin kuat, semakin solid, dan mampu menjadi wadah perjuangan bagi peningkatan kesejahteraan petani serta kemajuan pertanian Sumatera Barat,” tutupnya. Pelantikan tersebut menjadi momentum kebangkitan kembali HKTI di Sumatera Barat sekaligus memperkuat komitmen bersama antara pemerintah daerah, organisasi petani, dan gerakan koperasi untuk membangun sektor pertanian yang maju, mandiri, berkelanjutan, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi para petani.
Dekopinwil Sumbar Terima Kunjungan Kadin Sumbar, Bahas Penguatan Gerakan Koperasi di Sumatera Barat

PADANG , 28 Agustus 2026 — Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumatera Barat menerima kunjungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Barat dalam rangka membangun sinergi dan memperkuat gerakan koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan di Sumatera Barat. Pertemuan tersebut menjadi strategi ruang untuk membahas berbagai peluang kolaborasi antara gerakan koperasi dan dunia usaha, khususnya dalam mendorong koperasi agar semakin adaptif, produktif, dan memiliki daya saing di tengah perkembangan ekonomi. Ketua Dekopinwil Sumatera Barat, Gun Sugianto, SH, MH, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, koperasi membutuhkan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha. “Koperasi harus kita dorong menjadi kekuatan ekonomi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, sinergi dengan dunia usaha sangat penting untuk membuka ruang kolaborasi, memperluas akses pasar, meningkatkan kapasitas usaha, serta memperkuat daya saing koperasi,” ujar Gun Sugianto. Sementara itu, Ketua Umum Kadin Sumatera Barat Ir. H. Buchari Bachter, MT menyampaikan bahwa koperasi memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting dalam peningkatan perekonomian daerah. Sinergi antara koperasi dan dunia usaha dinilai dapat membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan usaha masyarakat. “Kami melihat koperasi memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan dan diintegrasikan dengan dunia usaha. Oleh karena itu, kolaborasi antara Kadin dan Dekopinwil menjadi langkah yang positif untuk bersama-sama mendorong koperasi agar semakin berkembang, memiliki akses pasar yang lebih luas, dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya,” ujar Buchari. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, digitalisasi koperasi, akses pembiayaan, serta perluasan jejaring pemasaran bagi produk-produk yang dihasilkan koperasi. Gun Sugianto menilai keterlibatan dunia usaha dapat menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat transformasi koperasi di Sumatera Barat. “Gerakan koperasi harus dibangun dengan ekosistem yang kuat. Pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan perlu mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Dengan kolaborasi tersebut, koperasi akan lebih kuat dan mampu menjawab kebutuhan ekonomi masyarakat,” katanya. Dekopinwil Sumbar berharap komunikasi dan sinergi dengan Kadin Sumbar dapat ditindaklanjuti melalui program-program konkret yang memberikan dampak langsung terhadap perkembangan koperasi dan pelaku usaha di daerah. “Kita berharap kesepahaman dalam pertemuan ini dapat kita tindak lanjuti menjadi kerja nyata. Kita ingin gerakan koperasi di Sumatera Barat semakin maju, mandiri, profesional, dan manfaatnya dapat dirasakan oleh setiap masyarakat di Sumatera Barat,” tutup Gun Sugianto.
Ketua Dekopinwil Sumbar Apresiasi Perhatian Anggota DPR RI Andre Rosiade Terhadap Gerakan Koperasi

PADANG, 24 Agustus 2026 — Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumatera Barat, Gun Sugianto, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPR RI Andre Rosiade atas perhatian dan dukungannya terhadap penguatan gerakan koperasi di Sumatera Barat. Menurut Gun Sugianto, perhatian dari unsur legislatif terhadap koperasi merupakan langkah penting dalam mendorong koperasi agar semakin kuat, mandiri, dan mampu menjadi bagian strategis dalam pembangunan ekonomi kerakyatan. Salah satu bukti konkret perhatian tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Sosialisasi Ekosistem Perkoperasian bagi anggota koperasi se-Kota Padang. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman anggota koperasi sekaligus mendorong peningkatan kapasitas dan pengelolaan koperasi secara lebih profesional. “Kami mengapresiasi perhatian dan dukungan Bapak Andre Rosiade terhadap gerakan koperasi. Salah satu bentuk konkretnya adalah terlaksananya sosialisasi ekosistem perkoperasian bagi anggota koperasi se-Kota Padang. Ini merupakan langkah positif dalam memperkuat pemahaman dan kapasitas gerakan koperasi,” ujar Gun Sugianto. Ia menilai penguatan koperasi membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, legislatif, dunia usaha, serta masyarakat. Menurutnya, koperasi merupakan bagian penting dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan di Sumatera Barat. Karena itu, Gun Sugianto juga mengimbau seluruh anggota legislatif yang mewakili daerah pemilihan Sumatera Barat, baik di tingkat DPR RI maupun lembaga legislatif lainnya, untuk bersama-sama memberikan perhatian dan mendorong kemajuan gerakan koperasi di Sumatera Barat. “Kami berharap perhatian terhadap koperasi tidak hanya datang dari satu atau dua pihak. Kami mengajak seluruh anggota legislatif dari daerah pemilihan Sumatera Barat untuk bersama-sama mendorong gerakan koperasi, baik melalui dukungan kebijakan, program pemberdayaan, maupun penguatan akses dan kapasitas koperasi,” katanya. Menurut Gun, dukungan legislatif sangat dibutuhkan agar koperasi tidak hanya menjadi bagian dari kebijakan ekonomi kerakyatan secara normatif, tetapi benar-benar mendapatkan ruang untuk tumbuh dan berkembang. Ia berharap sinergi antara Dekopinwil Sumbar dengan pemerintah, DPR RI, DPRD, pelaku usaha, dan seluruh insan koperasi dapat terus diperkuat untuk menciptakan ekosistem perkoperasian yang sehat, mandiri, profesional, dan berdaya saing. “Koperasi harus kita dorong agar tidak hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi anggota serta masyarakat. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci untuk mewujudkan koperasi yang kuat dan berdaya saing,” tutupnya.
Perkuat Ekonomi Berbasis Hutan, DEKOPINWIL Sumbar Bekali Koperasi dan KUPS dengan Workshop Penguatan Kelembagaan

PAYAKUMBUH, 24 Agustus 2026 — Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (DEKOPINWIL) Provinsi Sumatera Barat mendorong penguatan kelembagaan koperasi sebagai fondasi penting dalam mengembangkan usaha perhutanan sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DEKOPINWIL Sumbar, Budiman, S.Hum., MM, dalam Workshop Penguatan Kelembagaan Koperasi dalam Mendukung Pengembangan Usaha Berkelanjutan melalui Penguatan Tata Kelola, Sistem Koperasi, SOP, Administrasi dan Pembukuan yang digelar WRI Indonesia di Hotel Mangkuto, Kota Payakumbuh, Senin (24/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Blended Finance Model (BFM) 2026-2027 yang diinisiasi Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), mendanai UK FCDO melalui Global Green Growth Institute (GGGI), dan melaksanakan kolaborasi dengan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Program tersebut menyasar Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di tujuh provinsi prioritas, termasuk Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Lima Puluh Kota. Budiman mengatakan, penguatan kelembagaan menjadi penting karena koperasi tidak cukup hanya memiliki legalitas, tetapi harus mampu menjalankan fungsi ekonomi secara profesional dan memberikan manfaat nyata kepada anggotanya. “Koperasi harus menjadi instrumen ekonomi bersama yang mampu mengintegrasikan produksi, pemasaran, pengadaan sarana produksi, pengelolaan keuangan hingga meningkatkan posisi tawar anggota,” ujar Budiman. Di Kabupaten Lima Puluh Kota, WRI Indonesia memfasilitasi kelompok usaha madu dan sereh wangi melalui program BFM. Sebanyak 16 KUPS usaha madu tergabung dalam Koperasi Madu Lima Puluh Kota Lestari (Koperasi Maliko), sedangkan empat kelompok sereh wangi tergabung dalam Koperasi Sorai Oil Liko. Berdasarkan hasil asesmen, masih sejumlah persoalan yang perlu diperkuat, mulai dari pembagian peran dalam kepengurusan, belum optimalnya penerapan SOP, pencatatan administrasi dan pembukuan usaha, hingga pemahaman anggota mengenai sistem koperasi yang masih terbatas. “Penguatan tata kelola, administrasi dan pembukuan bukan sekedar persoalan teknis, tetapi menjadi dasar untuk membangun kepercayaan dan profesionalisme koperasi. Dengan kelembagaan yang kuat, koperasi akan lebih siap mengembangkan usaha dan mengakses sumber pembiayaan,” jelasnya. Menurut Budiman, program BFM menjadi peluang strategi bagi koperasi perhutanan sosial karena mendorong pembiayaan campuran dari sumber masyarakat, swasta dan filantropi. Namun peluang tersebut harus diikuti dengan kesiapan kelembagaan agar pembiayaan yang diterima dapat dikelola secara transparan, produktif dan berkelanjutan. “DEKOPINWIL Sumbar siap berkolaborasi dalam memperkuat gerakan koperasi. Kita ingin koperasi perhutanan sosial tidak berhenti sebagai wadah kelembagaan, tetapi benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan anggota,” tegas Budiman. Penguatan koperasi perhutanan sosial diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal seperti madu dan sereh wangi, tetapi juga mendukung pengelolaan hutan yang adil, lestari dan berkelanjutan serta berkontribusi terhadap pencapaian target nasional Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030.
Dekopinwil Sumbar Perkuat Ekosistem Koperasi, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Padang, 24 Agustus 2026 — Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumatera Barat terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan ekosistem perkoperasian. Upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Ekosistem Perkoperasian yang digelar di Hotel Mercure, Kota Padang, Senin (24/8). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah, penggerak koperasi, dan pemangku kepentingan dalam mempercepat pembentukan serta penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Wakil Ketua Dekopinwil Sumbar, Riko Andrian Putra, S.Kom., M.Kom., selaku pemateri utama, menekankan pentingnya transformasi koperasi agar lebih modern, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. “Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini menjadi platform untuk kesejahteraan bersama. Apa yang didapat oleh orang-orang di Ibukota seperti di Jakarta, hal yang sama akan kita dapatkan juga di Desa atau Kelurahan kita masing-masing” tegas Riko. Menurutnya, koperasi harus mampu mengoptimalkan potensi ekonomi masyarakat, memperluas akses permodalan dan peluang usaha, serta menghubungkan produk lokal dengan pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, penguatan koperasi tidak cukup hanya pada aspek administratif, tetapi harus didukung tata kelola yang sehat, pemanfaatan teknologi, program yang jelas, dan orientasi pada kebutuhan anggota. Dekopinwil Sumbar berharap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat menjadi penggerak ekonomi di tingkat desa dan kelurahan sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk tumbuh mandiri dan meningkatkan kesejahteraan. Dengan ekosistem koperasi yang kuat, koperasi diharapkan mampu menjadi salah satu fondasi dalam memperkokoh perekonomian kerakyatan di Sumatera Barat.