PADANG – Gerakan koperasi di Sumatera Barat memasuki momentum baru. Pengukuhan kepengurusan Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumatera Barat periode 2025–2030 menjadi titik awal konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat agenda transformasi koperasi agar semakin profesional, produktif dan mampu menjadi salah satu kekuatan utama ekonomi daerah.
Gun Sugianto, SH, MH resmi memimpin Dekopinwil Sumbar setelah kepengurusan periode 2025–2030 dikukuhkan oleh Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Bambang Haryadi, di Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat, Sabtu (4/7/2026).
Pengukuhan tersebut turut dihadiri Sekretaris Kementerian Koperasi Republik Indonesia Ahmad Zabadi, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, jajaran pimpinan Dekopin, pemerintah daerah, Dekopinda kabupaten dan kota, koperasi sekunder serta berbagai pemangku kepentingan gerakan koperasi.
Kepemimpinan baru Dekopinwil Sumbar membawa agenda besar untuk memperkuat kembali posisi koperasi sebagai instrumen pembangunan ekonomi masyarakat.
Koperasi didorong tidak hanya menjalankan kegiatan usaha konvensional, khususnya simpan pinjam, tetapi mulai membangun unit usaha produktif dan masuk ke berbagai sektor riil yang memiliki potensi ekonomi besar.
Pemerintah Dorong Koperasi Bertransformasi
Sekretaris Kementerian Koperasi RI Ahmad Zabadi menekankan pentingnya transformasi model bisnis koperasi.
Perubahan struktur ekonomi dan perkembangan dunia usaha menuntut koperasi meningkatkan kapasitas kelembagaan, profesionalisme pengelolaan serta keberanian memasuki sektor-sektor ekonomi produktif.
Koperasi dinilai memiliki peluang besar menjadi bagian penting dari rantai produksi dan distribusi nasional.
Mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, pangan, pariwisata, ekonomi kreatif hingga pengelolaan berbagai potensi sumber daya daerah dapat dikembangkan melalui kelembagaan koperasi.
Sumatera Barat memiliki posisi strategis dalam pembangunan gerakan koperasi nasional.
Sebagai daerah kelahiran Mohammad Hatta yang dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia, Sumatera Barat diharapkan mampu menjadi salah satu contoh pengembangan koperasi modern yang profesional, adaptif dan mampu mengikuti perkembangan ekonomi.
Transformasi tersebut menjadi penting agar koperasi tidak hanya memiliki jumlah anggota yang besar, tetapi juga mempunyai kekuatan bisnis dan memberikan manfaat ekonomi secara nyata kepada anggotanya.
Peluang Pembiayaan Koperasi hingga Rp250 Miliar
Pemerintah juga membuka peluang pembiayaan bagi koperasi yang memiliki usaha produktif dan memenuhi persyaratan.
Melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), tersedia instrumen pembiayaan yang dapat mencapai Rp250 miliar untuk mendukung pengembangan bisnis koperasi.
Keberadaan fasilitas pembiayaan tersebut menjadi peluang bagi koperasi di Sumatera Barat untuk melakukan ekspansi usaha.
Namun, akses terhadap pembiayaan harus diikuti dengan peningkatan tata kelola organisasi, profesionalisme manajemen, transparansi keuangan serta kemampuan menyusun model bisnis yang berkelanjutan.
Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu tantangan penting dalam pengembangan koperasi.
Pengurus dan pengelola koperasi perlu meningkatkan kompetensi di bidang manajemen usaha, keuangan, pemasaran, teknologi digital serta pembangunan jaringan bisnis.
Gun Sugianto Siapkan Penguatan Gerakan Koperasi
Ketua Dekopinwil Sumbar Gun Sugianto menegaskan kesiapan organisasi yang dipimpinnya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi masyarakat.
Dekopinwil memiliki peran dalam melakukan pendampingan, fasilitasi, edukasi, mediasi dan advokasi terhadap koperasi primer maupun koperasi sekunder.
Fungsi tersebut akan diperkuat agar koperasi di Sumatera Barat semakin sehat secara kelembagaan dan mampu berkembang secara bisnis.
Konsolidasi organisasi juga akan dilakukan bersama Dekopinda di 19 kabupaten dan kota serta koperasi sekunder yang berada di Sumatera Barat.
Koordinasi tersebut diperlukan untuk memetakan potensi, permasalahan dan peluang pengembangan koperasi di setiap daerah.
Dengan pemetaan yang baik, program pengembangan koperasi dapat disusun berdasarkan karakteristik dan potensi ekonomi masing-masing wilayah.
Terpilih Aklamasi dalam Musyawarah Wilayah
Sebelum resmi dikukuhkan sebagai Ketua Dekopinwil Sumbar, Gun Sugianto terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Wilayah Dekopin Sumbar yang berlangsung pada Oktober 2025.
Pemilihan dilakukan melalui mekanisme musyawarah mufakat dengan dukungan 19 Dekopinda kabupaten dan kota serta sembilan koperasi sekunder di Sumatera Barat.
Kepengurusan Dekopinwil Sumbar periode 2025–2030 diisi perpaduan tokoh senior dan generasi muda dari berbagai latar belakang organisasi, dunia usaha dan gerakan koperasi.
Komposisi kepengurusan tersebut diharapkan mampu menghadirkan gagasan baru sekaligus memperkuat jaringan kerja sama untuk membangun ekosistem koperasi di Sumatera Barat.
Koperasi Didorong Masuk Sektor Strategis
Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy juga mendorong koperasi untuk berani memasuki berbagai sektor ekonomi yang selama ini belum dikelola secara maksimal melalui kelembagaan koperasi.
Salah satu sektor yang memiliki peluang dikembangkan adalah olahraga.
Ekosistem olahraga memiliki aktivitas ekonomi yang cukup luas, mulai dari industri perlengkapan olahraga, pengelolaan fasilitas, penyelenggaraan kompetisi, pemasaran produk, ekonomi kreatif hingga pengembangan usaha yang melibatkan atlet dan masyarakat.
Pembentukan dan pengembangan koperasi olahraga dapat menjadi salah satu instrumen untuk membangun kemandirian ekonomi dalam ekosistem olahraga.
Selain olahraga, sektor pertambangan rakyat juga dinilai memiliki peluang untuk dikelola melalui kelembagaan koperasi.
Koperasi dapat menjadi wadah masyarakat dalam membangun usaha bersama yang lebih terorganisasi, profesional dan memberikan manfaat ekonomi kepada anggotanya dengan tetap mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan.
Masuknya koperasi ke sektor-sektor strategis diharapkan mampu membuka lapangan usaha baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Digitalisasi Jadi Kebutuhan Gerakan Koperasi
Transformasi koperasi juga membutuhkan dukungan teknologi digital.
Digitalisasi dapat diterapkan mulai dari sistem administrasi organisasi, database anggota, laporan keuangan, pengelolaan usaha hingga pemasaran produk koperasi.
Pemanfaatan teknologi juga dapat membuka peluang pembangunan jaringan bisnis antarkoperasi.
Koperasi produsen, koperasi konsumen dan koperasi yang bergerak di bidang distribusi dapat membangun rantai pasok bersama sehingga tercipta ekosistem ekonomi yang saling menguatkan.
Dekopinwil Sumbar diharapkan dapat mengambil peran dalam mendorong pembangunan ekosistem digital tersebut.
Dengan dukungan data koperasi yang terintegrasi, pemerintah dan organisasi gerakan koperasi dapat memetakan kondisi koperasi secara lebih akurat sekaligus menyusun kebijakan dan program pembinaan berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Sinergi Koperasi Merah Putih
Penguatan gerakan koperasi di Sumatera Barat juga memiliki keterkaitan dengan program nasional pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Keberadaan koperasi tersebut membuka peluang untuk memperluas jaringan ekonomi masyarakat hingga tingkat nagari, desa dan kelurahan.
Dekopinwil Sumbar dapat mengambil peran dalam memberikan edukasi, pendampingan serta membantu meningkatkan kapasitas pengurus dan pengelola koperasi.
Sinergi antara pemerintah, Dekopinwil, Dekopinda, perguruan tinggi, dunia usaha, perbankan dan lembaga keuangan menjadi penting untuk menciptakan koperasi yang memiliki model bisnis berkelanjutan.
Sumbar Bidik Tuan Rumah Harkopnas 2027
Selain agenda transformasi koperasi, kepemimpinan baru Dekopinwil Sumbar juga membawa target besar bagi daerah.
Gun Sugianto menyampaikan aspirasi agar Sumatera Barat dapat menjadi tuan rumah peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) pada tahun 2027.
Jika terealisasi, penyelenggaraan Harkopnas dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi ekonomi, produk koperasi dan UMKM Sumatera Barat kepada masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Agenda tersebut juga dapat menjadi ruang pertemuan gerakan koperasi nasional, pemerintah, dunia usaha, investor dan berbagai pemangku kepentingan ekonomi.
Sumatera Barat memiliki modal historis yang kuat sebagai tanah kelahiran Mohammad Hatta sekaligus memiliki ribuan koperasi dan pelaku UMKM yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Potensi tersebut dapat menjadi fondasi untuk membangun Sumatera Barat sebagai salah satu pusat pengembangan koperasi modern di Indonesia.
Membangun Koperasi sebagai Kekuatan Ekonomi
Lima tahun kepemimpinan Dekopinwil Sumbar periode 2025–2030 akan menjadi periode penting dalam menentukan arah perkembangan gerakan koperasi di daerah.
Tantangan yang dihadapi tidak hanya persoalan kelembagaan, tetapi juga kemampuan koperasi beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, perubahan pola konsumsi masyarakat dan persaingan dunia usaha.
Karena itu, koperasi membutuhkan transformasi menyeluruh.
Penguatan tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, digitalisasi, perluasan jaringan usaha, akses pembiayaan dan pembangunan kolaborasi harus berjalan secara bersamaan.
Dengan kepemimpinan baru dan dukungan berbagai pemangku kepentingan, Dekopinwil Sumbar diharapkan mampu menghadirkan gerakan koperasi yang lebih modern, profesional dan berorientasi pada pengembangan usaha.
Koperasi tidak lagi hanya dipandang sebagai lembaga ekonomi tradisional, tetapi menjadi organisasi bisnis milik masyarakat yang mampu menciptakan lapangan kerja, membangun usaha produktif dan memperkuat kemandirian ekonomi daerah.
Momentum pengukuhan kepengurusan Dekopinwil Sumbar menjadi awal dari agenda besar tersebut.
Dari tanah kelahiran Mohammad Hatta, semangat membangun koperasi sebagai kekuatan ekonomi rakyat kembali digaungkan dengan target menjadikan koperasi Sumatera Barat semakin kuat secara kelembagaan, maju secara bisnis dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.







