Ketua Dekopinwil Sumbar Apresiasi Perhatian Anggota DPR RI Andre Rosiade Terhadap Gerakan Koperasi

PADANG, 24 Agustus 2026 — Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumatera Barat, Gun Sugianto, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPR RI Andre Rosiade atas perhatian dan dukungannya terhadap penguatan gerakan koperasi di Sumatera Barat. Menurut Gun Sugianto, perhatian dari unsur legislatif terhadap koperasi merupakan langkah penting dalam mendorong koperasi agar semakin kuat, mandiri, dan mampu menjadi bagian strategis dalam pembangunan ekonomi kerakyatan. Salah satu bukti konkret perhatian tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Sosialisasi Ekosistem Perkoperasian bagi anggota koperasi se-Kota Padang. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman anggota koperasi sekaligus mendorong peningkatan kapasitas dan pengelolaan koperasi secara lebih profesional. “Kami mengapresiasi perhatian dan dukungan Bapak Andre Rosiade terhadap gerakan koperasi. Salah satu bentuk konkretnya adalah terlaksananya sosialisasi ekosistem perkoperasian bagi anggota koperasi se-Kota Padang. Ini merupakan langkah positif dalam memperkuat pemahaman dan kapasitas gerakan koperasi,” ujar Gun Sugianto. Ia menilai penguatan koperasi membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, legislatif, dunia usaha, serta masyarakat. Menurutnya, koperasi merupakan bagian penting dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan di Sumatera Barat. Karena itu, Gun Sugianto juga mengimbau seluruh anggota legislatif yang mewakili daerah pemilihan Sumatera Barat, baik di tingkat DPR RI maupun lembaga legislatif lainnya, untuk bersama-sama memberikan perhatian dan mendorong kemajuan gerakan koperasi di Sumatera Barat. “Kami berharap perhatian terhadap koperasi tidak hanya datang dari satu atau dua pihak. Kami mengajak seluruh anggota legislatif dari daerah pemilihan Sumatera Barat untuk bersama-sama mendorong gerakan koperasi, baik melalui dukungan kebijakan, program pemberdayaan, maupun penguatan akses dan kapasitas koperasi,” katanya. Menurut Gun, dukungan legislatif sangat dibutuhkan agar koperasi tidak hanya menjadi bagian dari kebijakan ekonomi kerakyatan secara normatif, tetapi benar-benar mendapatkan ruang untuk tumbuh dan berkembang. Ia berharap sinergi antara Dekopinwil Sumbar dengan pemerintah, DPR RI, DPRD, pelaku usaha, dan seluruh insan koperasi dapat terus diperkuat untuk menciptakan ekosistem perkoperasian yang sehat, mandiri, profesional, dan berdaya saing. “Koperasi harus kita dorong agar tidak hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi anggota serta masyarakat. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci untuk mewujudkan koperasi yang kuat dan berdaya saing,” tutupnya.
Perkuat Ekonomi Berbasis Hutan, DEKOPINWIL Sumbar Bekali Koperasi dan KUPS dengan Workshop Penguatan Kelembagaan

PAYAKUMBUH, 24 Agustus 2026 — Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (DEKOPINWIL) Provinsi Sumatera Barat mendorong penguatan kelembagaan koperasi sebagai fondasi penting dalam mengembangkan usaha perhutanan sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DEKOPINWIL Sumbar, Budiman, S.Hum., MM, dalam Workshop Penguatan Kelembagaan Koperasi dalam Mendukung Pengembangan Usaha Berkelanjutan melalui Penguatan Tata Kelola, Sistem Koperasi, SOP, Administrasi dan Pembukuan yang digelar WRI Indonesia di Hotel Mangkuto, Kota Payakumbuh, Senin (24/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Blended Finance Model (BFM) 2026-2027 yang diinisiasi Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), mendanai UK FCDO melalui Global Green Growth Institute (GGGI), dan melaksanakan kolaborasi dengan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Program tersebut menyasar Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di tujuh provinsi prioritas, termasuk Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Lima Puluh Kota. Budiman mengatakan, penguatan kelembagaan menjadi penting karena koperasi tidak cukup hanya memiliki legalitas, tetapi harus mampu menjalankan fungsi ekonomi secara profesional dan memberikan manfaat nyata kepada anggotanya. “Koperasi harus menjadi instrumen ekonomi bersama yang mampu mengintegrasikan produksi, pemasaran, pengadaan sarana produksi, pengelolaan keuangan hingga meningkatkan posisi tawar anggota,” ujar Budiman. Di Kabupaten Lima Puluh Kota, WRI Indonesia memfasilitasi kelompok usaha madu dan sereh wangi melalui program BFM. Sebanyak 16 KUPS usaha madu tergabung dalam Koperasi Madu Lima Puluh Kota Lestari (Koperasi Maliko), sedangkan empat kelompok sereh wangi tergabung dalam Koperasi Sorai Oil Liko. Berdasarkan hasil asesmen, masih sejumlah persoalan yang perlu diperkuat, mulai dari pembagian peran dalam kepengurusan, belum optimalnya penerapan SOP, pencatatan administrasi dan pembukuan usaha, hingga pemahaman anggota mengenai sistem koperasi yang masih terbatas. “Penguatan tata kelola, administrasi dan pembukuan bukan sekedar persoalan teknis, tetapi menjadi dasar untuk membangun kepercayaan dan profesionalisme koperasi. Dengan kelembagaan yang kuat, koperasi akan lebih siap mengembangkan usaha dan mengakses sumber pembiayaan,” jelasnya. Menurut Budiman, program BFM menjadi peluang strategi bagi koperasi perhutanan sosial karena mendorong pembiayaan campuran dari sumber masyarakat, swasta dan filantropi. Namun peluang tersebut harus diikuti dengan kesiapan kelembagaan agar pembiayaan yang diterima dapat dikelola secara transparan, produktif dan berkelanjutan. “DEKOPINWIL Sumbar siap berkolaborasi dalam memperkuat gerakan koperasi. Kita ingin koperasi perhutanan sosial tidak berhenti sebagai wadah kelembagaan, tetapi benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan anggota,” tegas Budiman. Penguatan koperasi perhutanan sosial diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal seperti madu dan sereh wangi, tetapi juga mendukung pengelolaan hutan yang adil, lestari dan berkelanjutan serta berkontribusi terhadap pencapaian target nasional Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030.
Dekopinwil Sumbar Perkuat Ekosistem Koperasi, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Padang, 24 Agustus 2026 — Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumatera Barat terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan ekosistem perkoperasian. Upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Ekosistem Perkoperasian yang digelar di Hotel Mercure, Kota Padang, Senin (24/8). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah, penggerak koperasi, dan pemangku kepentingan dalam mempercepat pembentukan serta penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Wakil Ketua Dekopinwil Sumbar, Riko Andrian Putra, S.Kom., M.Kom., selaku pemateri utama, menekankan pentingnya transformasi koperasi agar lebih modern, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. “Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini menjadi platform untuk kesejahteraan bersama. Apa yang didapat oleh orang-orang di Ibukota seperti di Jakarta, hal yang sama akan kita dapatkan juga di Desa atau Kelurahan kita masing-masing” tegas Riko. Menurutnya, koperasi harus mampu mengoptimalkan potensi ekonomi masyarakat, memperluas akses permodalan dan peluang usaha, serta menghubungkan produk lokal dengan pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, penguatan koperasi tidak cukup hanya pada aspek administratif, tetapi harus didukung tata kelola yang sehat, pemanfaatan teknologi, program yang jelas, dan orientasi pada kebutuhan anggota. Dekopinwil Sumbar berharap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat menjadi penggerak ekonomi di tingkat desa dan kelurahan sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk tumbuh mandiri dan meningkatkan kesejahteraan. Dengan ekosistem koperasi yang kuat, koperasi diharapkan mampu menjadi salah satu fondasi dalam memperkokoh perekonomian kerakyatan di Sumatera Barat.
Ketua Dekopinwil Sumbar Gun Sugianto Dorong Transformasi Koperasi dan Penguatan Koperasi Merah Putih

PADANG, 24 Agustus 2026 — Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumatera Barat mendorong percepatan transformasi koperasi agar semakin adaptif, profesional, dan mampu menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Ekosistem Perkoperasian yang digelar Kementerian Koperasi RI melalui Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi di Hotel Mercure Padang, Senin (24/8/2026). Ketua Dekopinwil Sumatera Barat, Gun Sugianto, S.H., M.H., mengatakan perkembangan koperasi saat ini menuntut adanya perubahan dalam pola pengelolaan dan pemanfaatan teknologi. “Koperasi hari ini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Koperasi tidak cukup hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga harus profesional dalam pengelolaan, memanfaatkan teknologi digital, dan mampu masuk ke sektor-sektor ekonomi yang produktif,” ujar Gun. Ia juga menekankan pentingnya penguatan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih agar tidak berhenti pada pembentukan kelembagaan, tetapi benar-benar berkembang menjadi unit ekonomi yang produktif dan berkelanjutan. “Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih harus kita dorong menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat masyarakat. Namun, yang paling penting bukan hanya membentuk koperasinya, tetapi memastikan koperasi tersebut memiliki tata kelola yang baik, usaha yang jelas, serta mampu memberikan manfaat bagi anggotanya,” katanya. Sosialisasi Ekosistem Perkoperasian menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman dan kolaborasi antara pemerintah, gerakan koperasi, serta berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem koperasi yang lebih kuat di Sumatera Barat. Dekopinwil Sumbar berkomitmen untuk terus mendorong koperasi agar tidak hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh dan mengambil peran lebih besar dalam perekonomian daerah. “Kita ingin membangun gerakan koperasi yang modern, profesional, mandiri, dan berdaya saing. Karena itu, sosialisasi seperti ini harus menjadi momentum untuk menyamakan langkah dan memperkuat kolaborasi seluruh elemen perkoperasian di Sumatera Barat,” tutupnya.