Dekopinwil Sumbar Terima Kunjungan Kadin Sumbar, Bahas Penguatan Gerakan Koperasi di Sumatera Barat

PADANG , 28 Agustus 2026 — Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumatera Barat menerima kunjungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Barat dalam rangka membangun sinergi dan memperkuat gerakan koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan di Sumatera Barat. Pertemuan tersebut menjadi strategi ruang untuk membahas berbagai peluang kolaborasi antara gerakan koperasi dan dunia usaha, khususnya dalam mendorong koperasi agar semakin adaptif, produktif, dan memiliki daya saing di tengah perkembangan ekonomi. Ketua Dekopinwil Sumatera Barat, Gun Sugianto, SH, MH, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, koperasi membutuhkan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha. “Koperasi harus kita dorong menjadi kekuatan ekonomi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, sinergi dengan dunia usaha sangat penting untuk membuka ruang kolaborasi, memperluas akses pasar, meningkatkan kapasitas usaha, serta memperkuat daya saing koperasi,” ujar Gun Sugianto. Sementara itu, Ketua Umum Kadin Sumatera Barat Ir. H. Buchari Bachter, MT menyampaikan bahwa koperasi memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting dalam peningkatan perekonomian daerah. Sinergi antara koperasi dan dunia usaha dinilai dapat membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan usaha masyarakat. “Kami melihat koperasi memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan dan diintegrasikan dengan dunia usaha. Oleh karena itu, kolaborasi antara Kadin dan Dekopinwil menjadi langkah yang positif untuk bersama-sama mendorong koperasi agar semakin berkembang, memiliki akses pasar yang lebih luas, dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya,” ujar Buchari. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, digitalisasi koperasi, akses pembiayaan, serta perluasan jejaring pemasaran bagi produk-produk yang dihasilkan koperasi. Gun Sugianto menilai keterlibatan dunia usaha dapat menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat transformasi koperasi di Sumatera Barat. “Gerakan koperasi harus dibangun dengan ekosistem yang kuat. Pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan perlu mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Dengan kolaborasi tersebut, koperasi akan lebih kuat dan mampu menjawab kebutuhan ekonomi masyarakat,” katanya. Dekopinwil Sumbar berharap komunikasi dan sinergi dengan Kadin Sumbar dapat ditindaklanjuti melalui program-program konkret yang memberikan dampak langsung terhadap perkembangan koperasi dan pelaku usaha di daerah. “Kita berharap kesepahaman dalam pertemuan ini dapat kita tindak lanjuti menjadi kerja nyata. Kita ingin gerakan koperasi di Sumatera Barat semakin maju, mandiri, profesional, dan manfaatnya dapat dirasakan oleh setiap masyarakat di Sumatera Barat,” tutup Gun Sugianto.
Ketua Dekopinwil Sumbar Apresiasi Perhatian Anggota DPR RI Andre Rosiade Terhadap Gerakan Koperasi

PADANG, 24 Agustus 2026 — Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumatera Barat, Gun Sugianto, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPR RI Andre Rosiade atas perhatian dan dukungannya terhadap penguatan gerakan koperasi di Sumatera Barat. Menurut Gun Sugianto, perhatian dari unsur legislatif terhadap koperasi merupakan langkah penting dalam mendorong koperasi agar semakin kuat, mandiri, dan mampu menjadi bagian strategis dalam pembangunan ekonomi kerakyatan. Salah satu bukti konkret perhatian tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Sosialisasi Ekosistem Perkoperasian bagi anggota koperasi se-Kota Padang. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman anggota koperasi sekaligus mendorong peningkatan kapasitas dan pengelolaan koperasi secara lebih profesional. “Kami mengapresiasi perhatian dan dukungan Bapak Andre Rosiade terhadap gerakan koperasi. Salah satu bentuk konkretnya adalah terlaksananya sosialisasi ekosistem perkoperasian bagi anggota koperasi se-Kota Padang. Ini merupakan langkah positif dalam memperkuat pemahaman dan kapasitas gerakan koperasi,” ujar Gun Sugianto. Ia menilai penguatan koperasi membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, legislatif, dunia usaha, serta masyarakat. Menurutnya, koperasi merupakan bagian penting dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan di Sumatera Barat. Karena itu, Gun Sugianto juga mengimbau seluruh anggota legislatif yang mewakili daerah pemilihan Sumatera Barat, baik di tingkat DPR RI maupun lembaga legislatif lainnya, untuk bersama-sama memberikan perhatian dan mendorong kemajuan gerakan koperasi di Sumatera Barat. “Kami berharap perhatian terhadap koperasi tidak hanya datang dari satu atau dua pihak. Kami mengajak seluruh anggota legislatif dari daerah pemilihan Sumatera Barat untuk bersama-sama mendorong gerakan koperasi, baik melalui dukungan kebijakan, program pemberdayaan, maupun penguatan akses dan kapasitas koperasi,” katanya. Menurut Gun, dukungan legislatif sangat dibutuhkan agar koperasi tidak hanya menjadi bagian dari kebijakan ekonomi kerakyatan secara normatif, tetapi benar-benar mendapatkan ruang untuk tumbuh dan berkembang. Ia berharap sinergi antara Dekopinwil Sumbar dengan pemerintah, DPR RI, DPRD, pelaku usaha, dan seluruh insan koperasi dapat terus diperkuat untuk menciptakan ekosistem perkoperasian yang sehat, mandiri, profesional, dan berdaya saing. “Koperasi harus kita dorong agar tidak hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi anggota serta masyarakat. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci untuk mewujudkan koperasi yang kuat dan berdaya saing,” tutupnya.
Perkuat Ekonomi Berbasis Hutan, DEKOPINWIL Sumbar Bekali Koperasi dan KUPS dengan Workshop Penguatan Kelembagaan

PAYAKUMBUH, 24 Agustus 2026 — Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (DEKOPINWIL) Provinsi Sumatera Barat mendorong penguatan kelembagaan koperasi sebagai fondasi penting dalam mengembangkan usaha perhutanan sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DEKOPINWIL Sumbar, Budiman, S.Hum., MM, dalam Workshop Penguatan Kelembagaan Koperasi dalam Mendukung Pengembangan Usaha Berkelanjutan melalui Penguatan Tata Kelola, Sistem Koperasi, SOP, Administrasi dan Pembukuan yang digelar WRI Indonesia di Hotel Mangkuto, Kota Payakumbuh, Senin (24/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Blended Finance Model (BFM) 2026-2027 yang diinisiasi Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), mendanai UK FCDO melalui Global Green Growth Institute (GGGI), dan melaksanakan kolaborasi dengan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Program tersebut menyasar Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di tujuh provinsi prioritas, termasuk Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Lima Puluh Kota. Budiman mengatakan, penguatan kelembagaan menjadi penting karena koperasi tidak cukup hanya memiliki legalitas, tetapi harus mampu menjalankan fungsi ekonomi secara profesional dan memberikan manfaat nyata kepada anggotanya. “Koperasi harus menjadi instrumen ekonomi bersama yang mampu mengintegrasikan produksi, pemasaran, pengadaan sarana produksi, pengelolaan keuangan hingga meningkatkan posisi tawar anggota,” ujar Budiman. Di Kabupaten Lima Puluh Kota, WRI Indonesia memfasilitasi kelompok usaha madu dan sereh wangi melalui program BFM. Sebanyak 16 KUPS usaha madu tergabung dalam Koperasi Madu Lima Puluh Kota Lestari (Koperasi Maliko), sedangkan empat kelompok sereh wangi tergabung dalam Koperasi Sorai Oil Liko. Berdasarkan hasil asesmen, masih sejumlah persoalan yang perlu diperkuat, mulai dari pembagian peran dalam kepengurusan, belum optimalnya penerapan SOP, pencatatan administrasi dan pembukuan usaha, hingga pemahaman anggota mengenai sistem koperasi yang masih terbatas. “Penguatan tata kelola, administrasi dan pembukuan bukan sekedar persoalan teknis, tetapi menjadi dasar untuk membangun kepercayaan dan profesionalisme koperasi. Dengan kelembagaan yang kuat, koperasi akan lebih siap mengembangkan usaha dan mengakses sumber pembiayaan,” jelasnya. Menurut Budiman, program BFM menjadi peluang strategi bagi koperasi perhutanan sosial karena mendorong pembiayaan campuran dari sumber masyarakat, swasta dan filantropi. Namun peluang tersebut harus diikuti dengan kesiapan kelembagaan agar pembiayaan yang diterima dapat dikelola secara transparan, produktif dan berkelanjutan. “DEKOPINWIL Sumbar siap berkolaborasi dalam memperkuat gerakan koperasi. Kita ingin koperasi perhutanan sosial tidak berhenti sebagai wadah kelembagaan, tetapi benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan anggota,” tegas Budiman. Penguatan koperasi perhutanan sosial diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal seperti madu dan sereh wangi, tetapi juga mendukung pengelolaan hutan yang adil, lestari dan berkelanjutan serta berkontribusi terhadap pencapaian target nasional Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030.
Dekopinwil Sumbar Perkuat Ekosistem Koperasi, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Padang, 24 Agustus 2026 — Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumatera Barat terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan ekosistem perkoperasian. Upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Ekosistem Perkoperasian yang digelar di Hotel Mercure, Kota Padang, Senin (24/8). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah, penggerak koperasi, dan pemangku kepentingan dalam mempercepat pembentukan serta penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Wakil Ketua Dekopinwil Sumbar, Riko Andrian Putra, S.Kom., M.Kom., selaku pemateri utama, menekankan pentingnya transformasi koperasi agar lebih modern, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. “Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini menjadi platform untuk kesejahteraan bersama. Apa yang didapat oleh orang-orang di Ibukota seperti di Jakarta, hal yang sama akan kita dapatkan juga di Desa atau Kelurahan kita masing-masing” tegas Riko. Menurutnya, koperasi harus mampu mengoptimalkan potensi ekonomi masyarakat, memperluas akses permodalan dan peluang usaha, serta menghubungkan produk lokal dengan pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, penguatan koperasi tidak cukup hanya pada aspek administratif, tetapi harus didukung tata kelola yang sehat, pemanfaatan teknologi, program yang jelas, dan orientasi pada kebutuhan anggota. Dekopinwil Sumbar berharap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat menjadi penggerak ekonomi di tingkat desa dan kelurahan sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk tumbuh mandiri dan meningkatkan kesejahteraan. Dengan ekosistem koperasi yang kuat, koperasi diharapkan mampu menjadi salah satu fondasi dalam memperkokoh perekonomian kerakyatan di Sumatera Barat.
Ketua Dekopinwil Sumbar Gun Sugianto Dorong Transformasi Koperasi dan Penguatan Koperasi Merah Putih

PADANG, 24 Agustus 2026 — Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumatera Barat mendorong percepatan transformasi koperasi agar semakin adaptif, profesional, dan mampu menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Ekosistem Perkoperasian yang digelar Kementerian Koperasi RI melalui Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi di Hotel Mercure Padang, Senin (24/8/2026). Ketua Dekopinwil Sumatera Barat, Gun Sugianto, S.H., M.H., mengatakan perkembangan koperasi saat ini menuntut adanya perubahan dalam pola pengelolaan dan pemanfaatan teknologi. “Koperasi hari ini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Koperasi tidak cukup hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga harus profesional dalam pengelolaan, memanfaatkan teknologi digital, dan mampu masuk ke sektor-sektor ekonomi yang produktif,” ujar Gun. Ia juga menekankan pentingnya penguatan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih agar tidak berhenti pada pembentukan kelembagaan, tetapi benar-benar berkembang menjadi unit ekonomi yang produktif dan berkelanjutan. “Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih harus kita dorong menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat masyarakat. Namun, yang paling penting bukan hanya membentuk koperasinya, tetapi memastikan koperasi tersebut memiliki tata kelola yang baik, usaha yang jelas, serta mampu memberikan manfaat bagi anggotanya,” katanya. Sosialisasi Ekosistem Perkoperasian menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman dan kolaborasi antara pemerintah, gerakan koperasi, serta berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem koperasi yang lebih kuat di Sumatera Barat. Dekopinwil Sumbar berkomitmen untuk terus mendorong koperasi agar tidak hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh dan mengambil peran lebih besar dalam perekonomian daerah. “Kita ingin membangun gerakan koperasi yang modern, profesional, mandiri, dan berdaya saing. Karena itu, sosialisasi seperti ini harus menjadi momentum untuk menyamakan langkah dan memperkuat kolaborasi seluruh elemen perkoperasian di Sumatera Barat,” tutupnya.
Wagub Sumbar Ajak Koperasi Jadi Motor Penggerak Ekonomi Rakyat, Dekopinwil Siap Perkuat Kolaborasi

Padang, 16 Juli 2026 – Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Sumatera Barat berlangsung khidmat di halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat, Kamis (16/7/2026). Upacara dipimpin oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, yang menegaskan bahwa koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi rakyat sekaligus pilar utama pembangunan ekonomi daerah. Peringatan Harkopnas tahun ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, gerakan koperasi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun koperasi yang modern, profesional, serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. Koperasi Harus Mampu Menjawab Tantangan Zaman Dalam amanatnya, Wakil Gubernur Sumatera Barat menyampaikan bahwa koperasi tidak lagi dipandang sebagai lembaga ekonomi tradisional. Sebaliknya, koperasi harus mampu bertransformasi menjadi organisasi yang adaptif terhadap teknologi, memiliki tata kelola yang baik, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan anggotanya. Menurutnya, koperasi memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, memperluas kesempatan usaha, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan perlu bersama-sama memperkuat gerakan koperasi di Sumatera Barat. Dekopinwil Sumbar Siap Mendukung Program Pemerintah Ketua Dekopinwil Sumatera Barat, Gun Sugianto, SH., MH., yang turut menghadiri upacara tersebut menyambut baik komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam memberikan perhatian terhadap perkembangan koperasi. Menurut Gun Sugianto, arahan Wakil Gubernur sejalan dengan visi Dekopinwil Sumbar untuk menghadirkan koperasi yang lebih sehat, profesional, dan berdaya saing. “Apa yang disampaikan Bapak Wakil Gubernur menjadi penyemangat bagi seluruh gerakan koperasi di Sumatera Barat. Saatnya koperasi melakukan transformasi, baik dari sisi tata kelola, kualitas sumber daya manusia, maupun pemanfaatan teknologi digital agar semakin dipercaya masyarakat,” ujar Gun Sugianto. Selain itu, ia menilai koperasi memiliki peluang besar menjadi penggerak ekonomi daerah apabila mampu beradaptasi dengan perkembangan digital dan memperkuat sektor usaha produktif. “Dekopinwil Sumatera Barat berkomitmen terus memperkuat pembinaan koperasi, meningkatkan kapasitas pengurus, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan lembaga keuangan. Dengan demikian, koperasi benar-benar menjadi sokoguru ekonomi rakyat sebagaimana cita-cita para pendiri bangsa,” tambahnya. Momentum Memperkuat Gerakan Koperasi Peringatan Harkopnas ke-79 juga menjadi momentum mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan gerakan koperasi dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional maupun global. Dekopinwil Sumatera Barat berharap semangat Hari Koperasi Nasional tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Sebaliknya, momentum ini harus menjadi titik awal lahirnya koperasi-koperasi yang inovatif, transparan, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Sejalan dengan itu, Dekopinwil Sumbar akan terus mendorong digitalisasi koperasi, peningkatan kualitas kelembagaan, serta pengembangan usaha berbasis potensi lokal agar koperasi semakin berdaya saing dan menjadi pilihan utama masyarakat dalam mengembangkan ekonomi bersama.
Gun Sugianto Hadiri Puncak Harkopnas di Jakarta Bersama Presiden Prabowo, Tegaskan Koperasi Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Rakyat

Jakarta, 12 Juli 2026 – Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumatera Barat, Gun Sugianto, SH, MH, menghadiri puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 yang diselenggarakan pada Minggu, 12 Juli 2026, di Jakarta. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), kepala daerah, serta ribuan insan koperasi dari seluruh Indonesia. Kehadiran Presiden menjadi bukti kuat komitmen pemerintah dalam menjadikan koperasi sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi nasional. Peringatan Harkopnas tahun ini mengusung semangat memperkuat peran koperasi agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di tengah tantangan global. Ribuan insan koperasi dari seluruh Indonesia, mulai dari pengurus Dekopin pusat, Dekopin wilayah, pelaku koperasi, hingga tokoh-tokoh nasional, turut memadati kegiatan yang menjadi momentum konsolidasi gerakan koperasi Indonesia. Sebagai Ketua Dekopinwil Sumatera Barat, Gun Sugianto menyatakan kehadirannya pada Harkopnas bukan sekadar memenuhi undangan seremonial, melainkan sebagai bentuk komitmen untuk membawa semangat pembaruan koperasi ke Sumatera Barat. “Kehadiran Presiden Prabowo pada peringatan Hari Koperasi Nasional menjadi pesan yang sangat kuat bahwa koperasi kembali ditempatkan sebagai salah satu instrumen strategis pembangunan ekonomi nasional. Momentum ini harus kita manfaatkan untuk mempercepat transformasi koperasi agar semakin profesional, modern, dan mampu bersaing,” ujar Gun Sugianto. Menurutnya, koperasi di Sumatera Barat memiliki modal sosial yang sangat besar karena budaya gotong royong, musyawarah, dan kebersamaan telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan, digitalisasi, tata kelola yang baik, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia harus menjadi agenda bersama. Gun Sugianto juga menilai bahwa arah kebijakan pemerintah yang memberi perhatian lebih besar terhadap koperasi perlu disambut dengan kesiapan daerah dalam membangun koperasi yang sehat, produktif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya. “Kami di Dekopinwil Sumatera Barat siap mendukung setiap kebijakan pemerintah dalam memperkuat koperasi. Fokus kami adalah meningkatkan kualitas koperasi, memperluas akses pembiayaan, mendorong digitalisasi, serta melahirkan koperasi yang mampu menjadi penggerak ekonomi riil dan membuka lapangan kerja,” tegasnya. Ia berharap semangat Harkopnas ke-79 menjadi titik awal lahirnya koperasi-koperasi modern yang tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar. Kehadiran Gun Sugianto dalam peringatan Harkopnas juga menjadi bagian dari upaya mempererat sinergi antara Dekopinwil Sumatera Barat dengan pemerintah pusat, Dekopin, serta seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem koperasi yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing. Melalui momentum Hari Koperasi Nasional, Dekopinwil Sumatera Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendorong koperasi sebagai penggerak utama ekonomi rakyat sekaligus pilar penting dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri, adil, dan sejahtera.
Dekopinwil Sumbar Matangkan Persiapan Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79, Libatkan Berbagai Elemen Gerakan Koperasi

PADANG – Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumatera Barat menggelar rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tahun 2026 di Kantor Dekopinwil Sumbar, Kamis (9/7). Rapat tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan Harkopnas berjalan sukses dan melibatkan seluruh elemen gerakan koperasi di Sumatera Barat. Rapat dipimpin oleh Ketua Dekopinwil Sumatera Barat, Gun Sugianto, serta dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat Dr. H. Endrizal, S.E., M.Si. beserta jajaran, perwakilan koperasi sekunder, serta pengurus Dekopinwil Sumbar. Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 tahun ini mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, yang mencerminkan komitmen menjadikan koperasi sebagai pilar utama penguatan ekonomi rakyat sekaligus mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan. Dalam rapat tersebut dibahas berbagai aspek teknis pelaksanaan upacara Harkopnas, mulai dari susunan acara, koordinasi lintas instansi, kesiapan peserta, hingga rangkaian kegiatan pendukung yang akan dilaksanakan sepanjang bulan peringatan Hari Koperasi. Rencananya, upacara puncak Hari Koperasi Nasional tingkat Provinsi Sumatera Barat akan dilaksanakan pada 16 Juli 2026 di Lapangan Kantor Gubernur Sumatera Barat, dengan Gubernur Sumatera Barat dijadwalkan bertindak sebagai pembina upacara. Selain pelaksanaan upacara, Dekopinwil Sumbar juga telah menyiapkan sejumlah kegiatan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengenal dan mencintai koperasi. Berbagai kegiatan tersebut meliputi: Ketua Dekopinwil Sumatera Barat, Gun Sugianto, mengatakan bahwa peringatan Hari Koperasi tahun ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum memperkuat semangat berkoperasi di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang. “Tema Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya harus menjadi semangat bersama seluruh insan koperasi. Kami ingin Hari Koperasi tahun ini benar-benar menjadi momentum kebangkitan gerakan koperasi di Sumatera Barat melalui berbagai kegiatan yang edukatif, kompetitif, dan melibatkan masyarakat luas, khususnya generasi muda,” ujar Gun Sugianto. Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah, gerakan koperasi, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci untuk membangun koperasi yang semakin profesional, modern, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Gun Sugianto juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Koperasi dan UKM yang terus bersinergi bersama Dekopinwil dalam menyukseskan rangkaian kegiatan Hari Koperasi Nasional tahun ini. “Kami berharap seluruh koperasi di Sumatera Barat dapat berpartisipasi aktif sehingga Hari Koperasi menjadi milik bersama. Koperasi harus terus menunjukkan eksistensinya sebagai kekuatan ekonomi rakyat yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Endrizal, S.E., M.Si., menyampaikan komitmen pemerintah provinsi untuk mendukung penuh pelaksanaan Harkopnas ke-79. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan gerakan koperasi menjadi faktor penting dalam memperkuat kelembagaan koperasi agar semakin sehat, produktif, dan berdaya saing. Melalui rangkaian kegiatan yang telah disiapkan, Dekopinwil Sumbar berharap peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 tidak hanya menjadi ajang peringatan tahunan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi, meningkatkan literasi perkoperasian, serta mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki semangat berkoperasi demi mewujudkan Indonesia yang semakin maju dan sejahtera.
Era Baru Gerakan Koperasi Sumbar, Gun Sugianto Siapkan Transformasi Bisnis dan Penguatan Ekonomi Rakyat

PADANG – Gerakan koperasi di Sumatera Barat memasuki momentum baru. Pengukuhan kepengurusan Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumatera Barat periode 2025–2030 menjadi titik awal konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat agenda transformasi koperasi agar semakin profesional, produktif dan mampu menjadi salah satu kekuatan utama ekonomi daerah. Gun Sugianto, SH, MH resmi memimpin Dekopinwil Sumbar setelah kepengurusan periode 2025–2030 dikukuhkan oleh Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Bambang Haryadi, di Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat, Sabtu (4/7/2026). Pengukuhan tersebut turut dihadiri Sekretaris Kementerian Koperasi Republik Indonesia Ahmad Zabadi, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, jajaran pimpinan Dekopin, pemerintah daerah, Dekopinda kabupaten dan kota, koperasi sekunder serta berbagai pemangku kepentingan gerakan koperasi. Kepemimpinan baru Dekopinwil Sumbar membawa agenda besar untuk memperkuat kembali posisi koperasi sebagai instrumen pembangunan ekonomi masyarakat. Koperasi didorong tidak hanya menjalankan kegiatan usaha konvensional, khususnya simpan pinjam, tetapi mulai membangun unit usaha produktif dan masuk ke berbagai sektor riil yang memiliki potensi ekonomi besar. Pemerintah Dorong Koperasi Bertransformasi Sekretaris Kementerian Koperasi RI Ahmad Zabadi menekankan pentingnya transformasi model bisnis koperasi. Perubahan struktur ekonomi dan perkembangan dunia usaha menuntut koperasi meningkatkan kapasitas kelembagaan, profesionalisme pengelolaan serta keberanian memasuki sektor-sektor ekonomi produktif. Koperasi dinilai memiliki peluang besar menjadi bagian penting dari rantai produksi dan distribusi nasional. Mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, pangan, pariwisata, ekonomi kreatif hingga pengelolaan berbagai potensi sumber daya daerah dapat dikembangkan melalui kelembagaan koperasi. Sumatera Barat memiliki posisi strategis dalam pembangunan gerakan koperasi nasional. Sebagai daerah kelahiran Mohammad Hatta yang dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia, Sumatera Barat diharapkan mampu menjadi salah satu contoh pengembangan koperasi modern yang profesional, adaptif dan mampu mengikuti perkembangan ekonomi. Transformasi tersebut menjadi penting agar koperasi tidak hanya memiliki jumlah anggota yang besar, tetapi juga mempunyai kekuatan bisnis dan memberikan manfaat ekonomi secara nyata kepada anggotanya. Peluang Pembiayaan Koperasi hingga Rp250 Miliar Pemerintah juga membuka peluang pembiayaan bagi koperasi yang memiliki usaha produktif dan memenuhi persyaratan. Melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), tersedia instrumen pembiayaan yang dapat mencapai Rp250 miliar untuk mendukung pengembangan bisnis koperasi. Keberadaan fasilitas pembiayaan tersebut menjadi peluang bagi koperasi di Sumatera Barat untuk melakukan ekspansi usaha. Namun, akses terhadap pembiayaan harus diikuti dengan peningkatan tata kelola organisasi, profesionalisme manajemen, transparansi keuangan serta kemampuan menyusun model bisnis yang berkelanjutan. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu tantangan penting dalam pengembangan koperasi. Pengurus dan pengelola koperasi perlu meningkatkan kompetensi di bidang manajemen usaha, keuangan, pemasaran, teknologi digital serta pembangunan jaringan bisnis. Gun Sugianto Siapkan Penguatan Gerakan Koperasi Ketua Dekopinwil Sumbar Gun Sugianto menegaskan kesiapan organisasi yang dipimpinnya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi masyarakat. Dekopinwil memiliki peran dalam melakukan pendampingan, fasilitasi, edukasi, mediasi dan advokasi terhadap koperasi primer maupun koperasi sekunder. Fungsi tersebut akan diperkuat agar koperasi di Sumatera Barat semakin sehat secara kelembagaan dan mampu berkembang secara bisnis. Konsolidasi organisasi juga akan dilakukan bersama Dekopinda di 19 kabupaten dan kota serta koperasi sekunder yang berada di Sumatera Barat. Koordinasi tersebut diperlukan untuk memetakan potensi, permasalahan dan peluang pengembangan koperasi di setiap daerah. Dengan pemetaan yang baik, program pengembangan koperasi dapat disusun berdasarkan karakteristik dan potensi ekonomi masing-masing wilayah. Terpilih Aklamasi dalam Musyawarah Wilayah Sebelum resmi dikukuhkan sebagai Ketua Dekopinwil Sumbar, Gun Sugianto terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Wilayah Dekopin Sumbar yang berlangsung pada Oktober 2025. Pemilihan dilakukan melalui mekanisme musyawarah mufakat dengan dukungan 19 Dekopinda kabupaten dan kota serta sembilan koperasi sekunder di Sumatera Barat. Kepengurusan Dekopinwil Sumbar periode 2025–2030 diisi perpaduan tokoh senior dan generasi muda dari berbagai latar belakang organisasi, dunia usaha dan gerakan koperasi. Komposisi kepengurusan tersebut diharapkan mampu menghadirkan gagasan baru sekaligus memperkuat jaringan kerja sama untuk membangun ekosistem koperasi di Sumatera Barat. Koperasi Didorong Masuk Sektor Strategis Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy juga mendorong koperasi untuk berani memasuki berbagai sektor ekonomi yang selama ini belum dikelola secara maksimal melalui kelembagaan koperasi. Salah satu sektor yang memiliki peluang dikembangkan adalah olahraga. Ekosistem olahraga memiliki aktivitas ekonomi yang cukup luas, mulai dari industri perlengkapan olahraga, pengelolaan fasilitas, penyelenggaraan kompetisi, pemasaran produk, ekonomi kreatif hingga pengembangan usaha yang melibatkan atlet dan masyarakat. Pembentukan dan pengembangan koperasi olahraga dapat menjadi salah satu instrumen untuk membangun kemandirian ekonomi dalam ekosistem olahraga. Selain olahraga, sektor pertambangan rakyat juga dinilai memiliki peluang untuk dikelola melalui kelembagaan koperasi. Koperasi dapat menjadi wadah masyarakat dalam membangun usaha bersama yang lebih terorganisasi, profesional dan memberikan manfaat ekonomi kepada anggotanya dengan tetap mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan. Masuknya koperasi ke sektor-sektor strategis diharapkan mampu membuka lapangan usaha baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Digitalisasi Jadi Kebutuhan Gerakan Koperasi Transformasi koperasi juga membutuhkan dukungan teknologi digital. Digitalisasi dapat diterapkan mulai dari sistem administrasi organisasi, database anggota, laporan keuangan, pengelolaan usaha hingga pemasaran produk koperasi. Pemanfaatan teknologi juga dapat membuka peluang pembangunan jaringan bisnis antarkoperasi. Koperasi produsen, koperasi konsumen dan koperasi yang bergerak di bidang distribusi dapat membangun rantai pasok bersama sehingga tercipta ekosistem ekonomi yang saling menguatkan. Dekopinwil Sumbar diharapkan dapat mengambil peran dalam mendorong pembangunan ekosistem digital tersebut. Dengan dukungan data koperasi yang terintegrasi, pemerintah dan organisasi gerakan koperasi dapat memetakan kondisi koperasi secara lebih akurat sekaligus menyusun kebijakan dan program pembinaan berdasarkan kebutuhan di lapangan. Sinergi Koperasi Merah Putih Penguatan gerakan koperasi di Sumatera Barat juga memiliki keterkaitan dengan program nasional pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Keberadaan koperasi tersebut membuka peluang untuk memperluas jaringan ekonomi masyarakat hingga tingkat nagari, desa dan kelurahan. Dekopinwil Sumbar dapat mengambil peran dalam memberikan edukasi, pendampingan serta membantu meningkatkan kapasitas pengurus dan pengelola koperasi. Sinergi antara pemerintah, Dekopinwil, Dekopinda, perguruan tinggi, dunia usaha, perbankan dan lembaga keuangan menjadi penting untuk menciptakan koperasi yang memiliki model bisnis berkelanjutan. Sumbar Bidik Tuan Rumah Harkopnas 2027 Selain agenda transformasi koperasi, kepemimpinan baru Dekopinwil Sumbar juga membawa target besar bagi daerah. Gun Sugianto menyampaikan aspirasi agar Sumatera Barat dapat menjadi tuan rumah peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) pada tahun 2027. Jika terealisasi, penyelenggaraan Harkopnas dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi ekonomi, produk koperasi dan UMKM Sumatera Barat kepada masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Agenda tersebut juga dapat menjadi ruang pertemuan gerakan koperasi nasional, pemerintah, dunia usaha, investor dan berbagai pemangku
DEKOPIN Sumbar Audiensi dengan Kapolda Sumbar, Perkuat Sinergi Kawal Pengembangan Koperasi Merah Putih

PADANG – Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (DEKOPINWIL) Sumatera Barat melakukan audiensi dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Barat, Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta, di Markas Polda Sumatera Barat, Jalan Jenderal Sudirman, Padang. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi sekaligus melaporkan kesiapan pelaksanaan Pengukuhan Pengurus DEKOPIN Sumbar Periode 2025–2030 yang akan digelar pada 4 Juli 2026. Audiensi dipimpin oleh Ketua DEKOPIN Sumbar, Gun Sugianto, S.H., M.H., didampingi sejumlah pengurus DEKOPIN Sumbar. Dalam kesempatan tersebut, Gun Sugianto menyampaikan perkembangan persiapan pengukuhan kepengurusan baru yang akan dilantik langsung oleh Ketua Umum DEKOPIN, Bambang Haryadi, S.E., di Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat. Kegiatan tersebut juga dijadwalkan dihadiri oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia, Dr. Ferry Juliantono, bersama unsur pemerintah, gerakan koperasi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Selain menyampaikan kesiapan pelaksanaan pengukuhan, jajaran DEKOPIN Sumbar juga memaparkan komitmen organisasi dalam memperkuat pembinaan koperasi sebagai bagian dari pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan di Sumatera Barat. Dalam arahannya, Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta, menegaskan pentingnya peran DEKOPIN sebagai organisasi yang menjadi wadah perjuangan sekaligus penyalur aspirasi koperasi. Menurutnya, DEKOPIN memiliki tanggung jawab besar untuk mengawal perkembangan koperasi agar mampu tumbuh secara sehat, profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kapolda secara khusus menyoroti pentingnya pembinaan terhadap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang saat ini menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat desa dan kelurahan. Ia berharap DEKOPIN Sumbar dapat mengambil peran aktif dalam memberikan pendampingan, pembinaan organisasi, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia koperasi sehingga program tersebut dapat berjalan secara optimal. Selain itu, Kapolda juga mendorong agar DEKOPIN menjalin kerja sama yang erat dengan aparat penegak hukum dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap koperasi. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menciptakan tata kelola koperasi yang sehat, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Menurutnya, kolaborasi antara gerakan koperasi, pemerintah, dan aparat penegak hukum akan menjadi modal penting dalam menyukseskan program pemberdayaan koperasi yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. “Program penguatan koperasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, seluruh pihak perlu bersama-sama mengawal pelaksanaannya agar berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ungkap Kapolda. Di akhir pertemuan, Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta menyampaikan bahwa dirinya dalam waktu dekat akan mengemban tugas baru. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat atas dukungan yang telah diberikan selama menjalankan tugas sebagai Kapolda. Ia juga berharap hubungan baik yang telah terjalin dengan DEKOPIN Sumbar dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari upaya bersama dalam memajukan, mengawal, dan memberdayakan koperasi di Sumatera Barat. Sementara itu, Ketua DEKOPIN Sumbar, Gun Sugianto, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan berbagai masukan yang diberikan Kapolda. Menurutnya, arahan tersebut menjadi motivasi bagi DEKOPIN Sumbar untuk terus memperkuat peran sebagai organisasi gerakan koperasi yang mampu menghadirkan pembinaan, advokasi, dan kolaborasi bagi seluruh koperasi di Sumatera Barat. Melalui audiensi ini, DEKOPIN Sumbar menegaskan komitmennya untuk membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk unsur pemerintah dan aparat penegak hukum, guna mewujudkan koperasi yang modern, profesional, berintegritas, dan mampu menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan di Sumatera Barat.