Dekopinwil Sumbar Kunjungi Koperasi Gambir Pangkalan Limapuluh Kota, Serap Aspirasi Petani Soal Harga Gambir

LIMA PULUH KOTA, 5 Oktober 2026 — Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumatera Barat mengunjungi Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri (Kopsiah Gakom) di Jorong Sopang, Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk menyerap aspirasi petani gambir, terutama terkait persoalan harga dan pemasaran hasil produksi. Ketua Kopsiah Gakom Erianto Dt. Majo Kayo bersama Bendahara Wiwi menyampaikan sejumlah persoalan yang selama ini dihadapi petani. Salah satu aspirasi utama yang disampaikan adalah perlunya pemerintah memiliki standar atau acuan harga gambir sehingga petani memperoleh kepastian dalam menjual hasil produksinya. “Setiap Jumat petani menyampaikan keluhan terkait kondisi harga. Karena itu, kami terus memperjuangkan adanya standar harga yang dapat menjadi acuan bagi petani,” ujar Erianto. Kopsiah Gakom bersama Forum Peduli Petani Gambir selama ini turut memfasilitasi kelompok-kelompok tani sekaligus memperjuangkan kepentingan petani. Saat ini terdapat sekitar 25 kelompok tani dengan jumlah anggota mencapai 150 orang yang terhubung dalam upaya penguatan petani gambir. Ketua Dekopinwil Sumatera Barat, Gun Sugianto, S.H., M.H., mengatakan aspirasi yang disampaikan petani menunjukkan pentingnya penguatan koperasi dalam meningkatkan posisi tawar petani. “Potensi gambir di Sumatera Barat sangat besar. Karena itu, yang perlu kita dorong bukan hanya produksinya, tetapi juga bagaimana petani memiliki posisi tawar yang lebih kuat, mendapatkan akses pasar, dan memperoleh kepastian dalam tata niaga,” ujar Gun. Menurut Gun, koperasi memiliki posisi strategis untuk mengonsolidasikan produksi petani sekaligus menghubungkan hasil produksi dengan kebutuhan pasar. Dengan kelembagaan yang kuat, petani diharapkan tidak berjalan sendiri dalam menghadapi persoalan harga dan pemasaran. Dari sisi produksi, gambir memiliki potensi ekonomi yang besar bagi masyarakat di wilayah Pangkalan. Berdasarkan informasi yang disampaikan koperasi, satu hektare lahan gambir dapat menghasilkan sekitar lima ton daun. Dalam satu kali panen, produksi dapat mencapai sekitar 300 kilogram, dengan panen yang dapat dilakukan hingga dua kali dalam setahun, bergantung pada kondisi tanaman dan pengelolaan lahan. Potensi tersebut juga didukung peluang permintaan pasar yang cukup besar. Kopsiah Gakom menyebut terdapat kebutuhan sekitar 20 ton gambir per bulan atau setara satu kontainer. Peluang pasar tersebut semakin terbuka setelah koperasi menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan ID FOOD. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus mendorong koperasi mengonsolidasikan hasil produksi petani agar mampu memenuhi kebutuhan pasar secara lebih terukur dan berkelanjutan. Sementara itu, Wali Jorong Sopang menyambut baik kunjungan Dekopinwil Sumbar dan perhatian terhadap kondisi petani gambir di wilayahnya. Ia berharap aspirasi yang disampaikan petani melalui koperasi dapat ditindaklanjuti melalui kolaborasi dan kebijakan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Kami berharap perhatian terhadap petani gambir tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama dan kebijakan yang benar-benar membantu petani, terutama dalam persoalan harga dan pemasaran,” ujarnya. Menurutnya, gambir merupakan salah satu sumber penghidupan masyarakat di wilayah tersebut. Karena itu, penguatan koperasi dan kepastian pasar menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan usaha petani sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas gambir. Dekopinwil Sumbar mendorong agar potensi gambir dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara petani, koperasi, pemerintah, dan mitra usaha. Penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas produksi, kepastian pasar, serta pembahasan mengenai acuan harga menjadi sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian bersama. Dengan dukungan 25 kelompok tani dan sekitar 150 petani, serta peluang permintaan hingga 20 ton per bulan, Kopsiah Gakom memiliki ruang untuk terus memperkuat perannya sebagai wadah ekonomi petani. Penguatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan posisi tawar petani sekaligus mendorong gambir menjadi komoditas yang memberikan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat.

DEKOPINDA
0
KOPERASI
0 +
ANGGOTA
0 K
RUPIAH
0 M+

OFFICE :Jl. S. Parman, Ulak Karang Utara, Kec. Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat